Beasiswa Bidikmisi, Atlet dan Difabel Yang Sangan Membantu Pendidikan

Sekolah di BSD – Sebagai upaya meningkatkan jalan masuk putra-putri Indonesia melanjutkan pengajaran ke perguruan tinggi, Pemerintah lewat Kementerian Riset, Teknologi dan Pengajaran Tinggi (Kemenristekdikti) menambah 2 beasiswa baru bagi mahasiswa di perguruan tinggi tahun 2019. Hal ini disajikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pengajaran Tinggi Mohamad Nasir ketika Coffee Morning dan Pembicaraan Bersama Media di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta. Berikut sebagian fakta berkaitan beasiswa Bidikmisi, difabel dan atlet yang diberi oleh Kemenristekdikti:

1. Menambah penerima Bidikmisi Kemenristekdikti memastikan menambah penerima beasiswa Bidikmisi dari 90 ribu pada 2018 menjadi 130 ribu pada 2019 serta meningkatkan tarif hidup Bidikmisi dari 600 ribu menjadi 700 ribu per bulan pada tahun ini.

2. Baru menjangkau 8 persen” Beasiswa Difabel dan Beasiswa Atlet Mahasiswa Berprestasi ialah program keberpihakan Kemenristekdikti untuk peningkatan dan pemerataan jalan masuk kuliah di perguruan tinggi. Baca juga: Sri Mulyani Terhadap Penerima Beasiswa LPDP : Terima Beri Saja Tak Cukup Sebelumnya, dari sempurna 7,5 juta mahasiswa di Indonesia, sejauh ini Pemerintah baru bisa mengalokasikan beasiswa bagi 8 persen mahasiswa lewat beasiswa Bidikmisi, Adik Papua dan Tempat 3T serta Beasiswa PPA,” ujar Menristekdikti

3. Kuota bidikmisi, difabel dan atlet Menteri Nasir menambahkan Undang Undang No. 12 tahun 2012 seputar Pengajaran Tinggi mengamanatkan perguruan tinggi negeri (PTN) wajib mendapatkan mahasiswa dari kalangan tak sanggup dan tempat 3T minimal 20 persen dari tenaga tampung. Sejauh ini Kemenristekdikti baru bisa mengalokasikan 8% dari beasiswa terhadap mahasiswa, walaupun 12 persen beasiswa berasal dari upaya PTN. Beasiswa Difabel dan Beasiswa Atlet ialah langkah Kemenristekdikti untuk meningkatkan jumlah beasiswa Pemerintah menuju 20 persen dari jumlah mahasiswa Indonesia.

4. Kampus ramah difabel Menristekdikti menugaskan PTN untuk mencari mahasiswa difabel yang masuk ke PTN pada tahun ini, sehingga mereka berkuliah menerima beasiswa, meliputi free tarif kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) dibebaskan serta tarif hidup bulanan sebesar 1 juta Rupiah. “Terhadap pimpinan PTN, aku telah meminta kampus ramah difabel. PTN wajib menyiapkan fasilitas untuk mempermudah mahasiswa difabel untuk mencapai kuliah di perguruan tinggi hal yang demikian. Para difabel, skema bantuan yang dapat diberi, merupakan bagi mereka masuk trek seleksi yang disiapkan: SNMPTN, ada SBMPTN, dan ujian mandiri PTN,” tutur Menteri Nasir.

5. Kelompok penyandang disabilitas Beasiswa ini diperuntukkan terhadap mahasiswa difabel dengan kelompok dari Tertib Menteri Riset, Teknologi, dan Pengajaran Tinggi Nomor 46 Tahun 2017 seputar Penyandang Disabilitas merupakan mahasiswa yang mempunyai keterbatasan jasmaniah, mental, sensorik, dan/atau yang mempunyai potensi kecerdasan dan talenta istimewa. Bawaan dari Permenristekdikti hal yang demikian yaitu penyandang disabilitas dalam kelompok berikut: tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, gangguan komunikasi, lamban belajar, kesusahan belajar spesifik, gangguan spektrum autis, gangguan perhatian dan hiperaktif.

6. Ukuran beasiswa atlet Dalam peluang sama Menristekdikti mengumumkan akan memberikan Beasiswa Mahasiswa Atlet berupa free tarif kuliah dan tunjangan prestasi sebesar 1,5 juta Rupiah bagi mahasiswa yang diterima pada program studi berkaitan olahraga pada PTN Institusi Pengajaran Kekuatan Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan program studi olahraga. “Perguruan tinggi hal yang demikian, kami akan berikan beasiswa bidang keolahragaan, terutama atletnya. Aku meminta minimal 20 per kampus, namun outputnya bukan berapa IPK didapatkan. Aku berharap tiap-tiap mahasiswa dapat bisa medali berapa, tingkat apa, apakah tingkat nasional, tingkat internasional,” ungkap Nasir.