Popularitas Desain Properti Living Sampai Natural

Popularitas Desain Properti

Tiap tahun, popularitas senantiasa berganti. Bagus itu popularitas fashion, desain interior, sampai popularitas warna. Berdialog mengenai desain interior, tahun ini diprediksi juga akan mengalami perubahan.

Menurut sebagian sumber, setidaknya akan ada ciri khas yang dianggap booming tahun depan. Bagus itu untuk macam furnitur ataupun tema interior. 2014 yaitu tahun kuda kayu. Hal ini dihubungkan dengan material kayu masih akan terus diminati. Tetapi yang berubah yakni, macam kayu yang dipilih. Furnitur unfinished atau yang separuh rampung diprediksi bakal booming tahun depan.

Tema 

Salah satu tema desain interior yang bakal booming tahun depan yakni Scandinavian Mood. Style scandinavian yaitu desain yang terlalu kompleks. Mempunyai desain yang memakai elemen warna putih, tema ini menampilkan elemen kesopnan serta kesederhanaan.

Kecuali itu, penerapan material batu juga diprediksi bakal booming. Selama ini, batu cuma sebagai komplemen eksterior saja. Sekarang, seiring dengan semakin beragamnya bebatuan alam, menambah semarak dan kenaekaragaman desain interior.

Batu bersifat mengabsorpsi kelembababan. Kecuali itu, batu juga gampang dibersihkan dan bebas jamur. Tidak heran, sekarang produsen batu hias dianggap menolong kerja desain interior dalam menerapkan pandangan baru yang diwujudkan.

Batu hias terdiri dari beraneka macam kecuali marmer umum, adalah granit dan onyx, batu akik, amethyst, dan jasper. Material lain yang infonya bakal booming tahun depan yakni Lantai cork atau lantai dari gabus.

Warna-warnanya yang indah, dapat menjadi opsi alternatif bagi Anda yang telah bosan dengan lantai marmer. Bahan lantai yang satu ini juga tak keok dari marmer. Tak cuma itu, lantai gabus ini juga terbuat dari bahan baku yang ramah lingkungan.

Sementara itu, berdasarkan ahli desain interior dari Bravasca Indonesia, Miranti M Djohan, isu terkini desain interior tahun 2014 yakni lebih ke eco living.

Ia menambahkan, untuk Indonesia sesungguhnya cenderung mempunyai beraneka rujukan dari negara di Eropa dan Asia.

Materi atau bahan yang diterapkan untuk furnitur-furnitur tak akan menggunakan kayu lagi. Namun orang akan membikin sesuatu yang menyerupai kayu. “Jadi tak akan habis”, katanya.

 

 

 

Kunjungi Lebih Lengkapnya : http://gemaintermulia.co.id/tip/tips-memilih-jasa-desain-interior-kantor/