Ternyata Batu Cincin Akik Mengandung Unsur Mistis

Demam batu akik melanda Indonesia. Batu akik yang dijadikan menjadi hiasan cincin diburu hingga harganya menjulang. Harga cincin pernikahan akik akan kian mahal apabila terdapat gambar-gambar yang menyerupai tokoh-tokoh tertentu. Harganya malah dapat menempuh miliaran rupiah apabila cincin akik hal yang demikian dibubuhi cerita mistis.

Lalu, bolehkah memercayai tenaga tertentu ada dalam batu akik? Secara lazim, apabila cincin digunakan oleh pria maupun wanita sebagai perhiasan peraturannya boleh. Khusus untuk laki-laki, cuma dibolehkan menggunakan cincin, melainkan tak dengan gelang, kalung, dan anting sebab menyerupai wanita.

Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Rasulullah SAW melaknat kaum laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat pula kaum wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Bukhari).

Dalil diperkenankannya pria menggunakan cincin yaitu Rasulullah SAW sendiri yang menggunakan cincin dan memakainya sebagai stempel kenabian. Anas bin Malik RA mengatakan, tatkala Nabi SAW hendak menulis surat terhadap Romawi, karenanya dikatakan terhadap beliau, “Sebenarnya mereka (kaum Romawi) tak akan membaca tulisanmu apabila tak distempel”. Karenanya Nabi bahkan menggunakan cincin dari perak yang terpahat “Muhammad Rasulullah”. (HR Bukhari)

Kecuali terbuat dari perak dan bertuliskan “Muhammad Rasulullah”, cincin Nabi SAW terbuat dari batu Habasyi. “Cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak dan batunya (cincin) adalah batu Habasyi.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Hadis ini mempunyai derajat hasan sahih, sementara al-Albani menyahihkannya.

Sesudah Nabi SAW wafat, cincin ini bermigrasi tangan ke Abu Bakar RA, kemudian terhadap Umar bin Khattab RA lalu ke Ustman bin Affan RA, sebelum hasilnya jatuh ke sumur Ariis.

Lelaki juga tak boleh menggunakan emas sebagai bahan dasar atau penghias cincin. Emas dan sutra cuma dibolehkan digunakan kaum perempuan. Dari Abu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda, “Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku, melainkan diharamkan bagi para pria.” (HR Ahmad dan Nasa’i).

Sebagian ulama juga mengharamkan cincin yang terbuat dari besi. Larangan ini berdasarkan mereka berlaku bagi kaum pria dan wanita. Alasannya, besi yaitu alat yang diterapkan untuk membelenggu penduduk neraka.

Abdullah bin \\\’Amr bin Aash berkata, \\\”Nabi SAW memandang salah seorang teman menggunakan cincin dari emas, karenanya Nabi bahkan berpaling darinya, lalu teman hal yang demikian bahkan buang cincin hal yang demikian, langsung menggunakan cincin dari besi. Karenanya Nabi SAW berkata, ‘Ini lebih buruk, ini yaitu perhiasan penduduk neraka’. Karenanya teman hal yang demikian bahkan buang cincin besi dan menggunakan cincin perak. Dan Nabi mendiamkannya.\\\” (HR Bukhari dan Ahmad).

Daya cincin

Cincin layak peraturan Islam digunakan cuma untuk perhiasan. Rasulullah SAW sendiri mengaplikasikan cincin sebagai stempel. Tak boleh seorang Muslim meyakini apabila cincin yang digunakannya mempunyai tenaga supranatural.

Rasulullah SAW pernah memandang seorang laki-laki menggunakan gelang dari tembaga. Rasulullah menanyakan apa yang digunakannya. \\\”Ini yaitu al-Wahinah (penangkal penyakit),\\\” jawabnya. Rasulullah SAW bahkan bersabda, \\\”Tanggalkanlah lantas, hakekatnya ia tak menambahkan kepadamu, tetapi kelemahan.\\\” (HR Ahmad).

Ada orang yang berkeyakinan apabila  beli cincin  tunangan yang digunakannya yaitu jimat. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah membeberkan, jimat dalam bahasa Arab awam disebut tamimah, wujud jamaknya tama\\\’im yang bermakna sesuatu yang digantungkan di leher atau selainnya berupa mantra-mantra. Tujuan pemakaian jimat lazimnya untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudarat.

Diriwayatkan dari Abu Basyir al-Anshari RA, ia pernah bersama Rasulullah SAW dalam satu perjalanan. Lalu Beliau mengutus seorang utusan (untuk mengumumkan): \\\”Agar tak terdapat lagi di leher unta kalung (jimat) dari tali busur panah atau kalung apa bahkan, selain patut diputuskan.\\\” (Muttafaq \\\’Alaih).

Majelis Tarjih mewanti-wanti supaya tak mengaplikasikan batu akik sebagai jimat. Apabila diyakini sebagai penolak bala, pelakunya dapat jatuh dalam dosa syirik.

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir RA, ada 10 orang lelaki datang mengadap Rasulullah SAW dengan mengendarai kendaraan. Lalu Rasulullah membaiat sembilan orang di antara mereka, sedang yang satu tak dibaiat. Para teman kemudian bertanya, \\\”Ya Rasulullah, kenapa yang satu orang itu tak dibaiat?\\\” Rasulullah menjawab, \\\”Karena di lengannya terdapat jimat.\\\” Kemudian lelaki itu melepas jimatnya, dan Rasulullah bahkan membaiatnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, \\\”Barang siapa menggunakan jimat karenanya ia sudah musyrik.\\\” (HR Ahmad dan al-Hakim).

Mencukupkan diri dengan memaknai cincin sebagai perhiasan lebih selamat dibanding memercayai tenaga mistis di dalam batu akik. Apabila orang telah terjatuh ke dalam syirik, dia jatuh dalam dosa yang tak diampuni oleh Allah SWT. Allahu A\\\’lam n hannan putra ed: hafidz muftisany